mardi, mai 12, 2015

Kuliah, Modal Niat dan Nazar


Saat kunjungan ke Tana Toraja dalam Acara Multikomparasi IMASPI 2012
Dulu, rasanya tak mungkin bagi saya untuk melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi dari Sekolah Menengah Atas. Selain karena masalah ekonomi, jika melihat silsilah keluarga saya, baik itu dari keluarga Bapak, Ibu maupun kakak-kakak saya, semua turunan belum ada yang dapat sampai ke jenjang perkuliahan. Sekalipun ada kesempatan pada kakak pertama ku, saat itu kondisi keluarga sedang mengalami masa krisis karena bapakku sedang sakit.

Sebagian form dari SNMPTN Tulis tahun 2011


Namun, di pertengahan tahun 2011, dengan berbekal modal nekat dan menuruti keinginan saya, keluarga saya akhirnya mendaftarkan saya di Institut Pertanian Bogor dan Universitas Indonesia untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri jalur undangan. Namun, karena Allah dan Mama menghendaki saya untuk kuliah di bidang keguruan, akhirnya saya mengalah pada ambisi saya untuk dapat kuliah di tempat yang saya inginkan. Saya pun dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri jalur Tertulis memilih UNJ sebagai pilihan pertama dan kedua. Pilihan saya pertama yaitu Sastra Inggris dan kedua Pendidikan Bahasa Prancis. Sebelum saya mengklik pilihan-pilihan tersebut, saya bernazar agar dapat diterima di salah satu pilihan tersebut. Sehingga keimanan saya kepada-Nya dapat terbukti sesudah permintaan dikabulkan.

Memang ridha Allah dan orang tua itu sangat menentukan segala usaha yang kita lakukan, setelah belajar dengan beberapa persiapan dan mengikuti ujian tertulis, alhamdulillah saya masuk perguruan tinggi negeri yang berada di Jakarta itu, yaitu Universitas Negeri Jakarta dengan jurusan Bahasa Prancis. Bersyukur karena saya dapat diterima di PTN ini, karena tidak semua orang dapat memasuki bangku perkuliahan dan saya merupakan generasi pertama yang dapat mengenyam bangku kuliah di silsilah keluarga saya!  Bahagianya saya saat menerima informasi "DITERIMA" di situs resmi SNMPTN Tertulis. Saat itupun saya langsung memeluk Mama karena terharu akan hal itu dan juga akan perjuangan Mama yang selalu mendoakan anaknya untuk berhasil dalam segala hal. Terima kasih Ma! Anak Emak akhirnya ada yang kuliah!

Di hari pendaftaran ulang, saya pergi ke UNJ bersama kakak saya dengan bermodal petunjuk dari artikel di internet yang memberikan direksi angkutan apa yang harus kita naiki dan juga pemberhentian-pemberhentiannya. Kami tidak tahu sama sekali lokasi dan bentuk UNJ itu dimana dan seperti apa. Setelah sampai UNJ dengan selamat, dengan bantuan dan arahan senior-senior, saya pun akhirnya mendaftarkan diri di UNJ. Setelah mengetahui bahwa aplikasi beasiswa Bidik Misi saya tidak diterima, akhirnya keluarga saya pun berpikir keras bagaimana cara untuk membayar uang bangunan dan semesteran saya. Namun, setelah menjalani proses pendaftaran dan Mama selalu bersujud kepada-Nya di waktu Dhuha, tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa saya mendapat kesempatan untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Saya pun akhirnya melengkapi berkas-berkas yang mesti saya lampirkan dan Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa Bidik Misi! 

FYI: Saat itu beasiswa ini merupakan generasi kedua, jadi alhamdulillah semua prosedur dan persyaratan dapat saya lakukan dengan bantuan senior-senior sehingga saya mendapatkan beasiswa full selama 4 tahun ditambah dengan tunjangan hidup setiap bulannya. 

Melompat bersama teman-teman di replika Tour Eiffel di La Piazza


Senang rasanya saya akhirnya dapat mewujudkan keinginan orang tua dengan keberhasilan ini. Memang tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha dan terus memohon ridha Allah SWT :)

2 commentaires:

  1. Doa ibu sama usaha itu gak akan pernah mengkhianati, Allah itu emang maha pendengar,pengerti dan pengabul yang paling baik :)

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Setuju sekali!!! Semoga Allah me-ridhai ya apapun yang kita inginkan :)

      Supprimer