lundi, juin 30, 2014

Arti Impian Bagi Saya

Hari ini saya memutuskan untuk menceritakan sepenggal cerita tentang kisah hidup saya yang doyannya menghayal dan berharap. Entah mengapa, daydreaming itu sesuatu keharusan bagi saya. Karena dengan hal itulah saya dapat memperkirakan tujuan dan arah hidup saya ke depannya. Tak jarang setelah menghayal, saya pun mendapat pencerahan seputar tujuan hidup saya, maka timbullah keinginan untuk merencanakan kehidupan saya setelah itu. Aneh memang, tapi itulah yang selalu saya lakukan tiap harinya. Dengan usaha dan keinginan yang kuat, saya selalu berusaha untuk mewujudkan khayalan atau lebih enak disebutnya sebagai impian saya. Menyenangkan memang awalnya, namun dalam menjalani misi untuk menggapai impian saya ternyata banyak aral yang melintang menghadang saya. Kekuatan niat pun kadang menjadi surut saat halang tersebut melanda diri.


Impian Saat SD
Entah apa yang menjadi impian saya saat saya masih menginjak bangku sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri Pondok Rumput 1 Bogor. Tapi seingat saya, saya sangat menginginkan mengenyam bangku sekolah kejuruan kimia, yang saat itu digambarkan oleh guru sekaligus wali kelas saya di bangku kelas 6. Beliau menceritakan seputar jenjang pendidikan anaknya. Saat itu anaknya yang pertama bersekolah di Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBO). Semenjak saat itu saya rasa, saya menginginkan menjadi seorang peneliti atau ahli kimia. Saat itu pula, saya memutuskan untuk terus giat belajar bersaing dengan teman-teman lain untuk lulus dan meraih peringkat yang tinggi di sekolah. Saya mengikuti les tambahan yang wali kelas saya buat untuk membantu siswanya mengatasi kesulitan di mata pelajaran matematika, IPA dan IPS. Saya sangat mengagumi cara beliau memberikan materi ajarnya. Beliau memberikan rewards bagi siapa saja yang dapat menjawab soalnya. Rewards-nya bukan berupa uang atau hadiah, namun izin untuk pulang terlebih dahulu. Biasanya kuis seperti ini dilaksanakan pada saat jam-jam akhir les tambahan. Maka dari itu, selain saya giat mencoba mengerjakan soal-soal yang beliau berikan di rumah, saya selalu membentuk group belajar dengan teman sepermainan saya. Begitu menyenangkan saat kita berkompetesi dengan yang lain saat itu.

Impian Saat SMP
Di bangku menengah pertama ini, ada dua pilihan sekolah lanjutan yang akan saya tuju, yaitu pertama SMAKBO dan Sekolah Menengah Atas Negeri. Saat SMP, bibi saya selalu memberikan wejangan untuk terus belajar dan berbuat baik. Ia ingin agar saya melanjutkan pendidikan saya di SMAKBO (yang saat itu terkenal karena rata-rata siswanya adalah siswa terpintar dari berbagai macam daerah). Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Bogor, saya belajar banyak tentang artinya menjadi orang yang sangat disayang oleh pengajar. Saat saya menginjak kelas satu, saat itu saya melihat bahwa ada satu teman saya yang bernama Mahwan (yang saat itu, kalau tidak salah, ia adalah peraih nilai UN tertinggi di sekolah dasarnya) ia adalah seorang murid kesayangan Ibu Ai (guru Biologi). Memang Mahwan saat itu selalu menduduki peringkat satu di kelas, ia sangat cerdas dalam segala hal. Saking kagumnya, saya selalu menceritakan apa yang terjadi tentang teman saya itu terhadap keluarga saya. Ia pun saat itu menjadi motivasi saya untuk selalu belajar. Namun, saya menyadari di sekolah ini bukan hanya Mahwan yang menjadi saingan saya untuk menjadi yan terbaik, namun masih banyaaaaak teman-teman saya yang lain yang memang excellent dalam segala hal. Ada yang pintar berbahasa inggris, di bidang olahraga, di pelajaran TIK, Seni Musik, Seni Budaya, dan lain-lain. Saat itu pula impian saya tidak terlalu muluk-muluk. Hanya lulus dan masuk sekolah menengah atas negeri.

Impian Saat SMA
Semakin saya melihat dan mengamati lingkungan dan pengaruh teman, impian-impian saya selalu berubah-ubah. Di jenjang pendidikan ini, saya dijejali oleh iming-iming sekolah kedinasan bernama Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) yang bertempat di sekitaran Parung. Saat saya menjalani pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Bogor, bibi saya terus memberikan doktrin pada saya untuk memilih program IPA untuk kelas 11 dan 12 saya. Karena dengan program ini, lulusan SMA dapat mendaftar di sekolah kedinasan lainnya. Ditambah, saat itu saya sangat ingin melanjutkan pendidikan saya di bidang astronomi Institut Teknologi Bandung. Saya berpikir bahwa saat itu masih jarang peminat astronomi di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu dan keterlibatan saya dalam kelas Kewarganegaraan di kelas 11, saya menjadi tertarik pada dunia internasional, terutama pada hubungan antar dua negara negara (bilateral). Saya masih ingat sekali ketika Pak Dadang menyampaikan materi ajarnya dengan mengacu pada bahan ajar yang kami punya. Dengan membaca dan memahami bahan ajar yang beliau berikan, saya menjadi sangat tertarik dengan Hubungan Internasional. Saat itu pula, keinginan saya untuk memperdalam ilmu kebahasaan saya (bahasa Inggris) membuat saya semakin teguh untuk melanjutkan pendidikan saya di bangku perguruan tinggi negeri dengan jurusan Hubungan Internasional. Saya pun telah mencoba untuk mendaftar di Universitas Indonesia, namun rasanya sulit karena jurusan ini termasuk dalam salah satu top five jurusan IPS yang paling diminati. Namun, semangat saya untuk mempelajari dunia internasional tidak berhenti hanya di situ. Akhirnya, saya memutuskan untuk memilih jurusan kebahasaan. Karena menurut saya, saat itu, seorang diplomat membutuhkan kecakapan atau kompetensi dalam bidang bahasa. Sehingga saya akhirnya memilih Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Jakarta.

Impian Saat Perguruan Tinggi
Di jenjang pendidikan saya ini, diawal, saya tetap pada impian saya sebelumnya, yaitu menjadi seorang diplomat. Walau saya dalam bidang bahasa, saya yakin saya dapat menjadi seorang diplomat handal yang cakap berbicara dalam 2 bahasa internasional yang wajib, yaitu Inggris dan Prancis. Di Universitas Negeri Jakarta, saya menimba ilmu kebahasaan bahasa Prancis. Di tempat ini pula saya terus memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang diberikan dosen saya. Tujuan hidup saya saat ini yaitu lulus, lalu berpartisipasi menjadi agen perubahan dunia. Saya sangat ingin menjadi pemuda penggerak perubahan dunia. Memang terkesan berat, namun saya merasa dewasa ini sudah saatnya kita memantapkan tujuan hidup kita. Mau dibawa kemana pendidikan tinggi kita saat kita lulus nanti? Mau jadi apa?

Di tingkat perguruan tinggi, saya mengetahui ternyata untuk jadi seorang diplomat dibutuhkan lebih banyak keahlian lagi dibidang politik dan ekonomi internasional, lalu dalam bidang pertahanan dan keamanan dunia/ Ini sangat penting adanya. Saya merasa saya harus memantapkan pendidikan saya dengan melanjutkan pendidikan saya di program master. Namun saya merasa hal itu nampaknya sulit.

Suatu ketika saya pun mempunyai pemikiran, setelah melihat contoh teman-teman saya yang berkiprah di dunia kepolisian dan kemiliteran. Ini membuat saya semakin tertarik akan hal-hal yang berbau keamanan dan pertahanan. Maka, timbullah keinginan saya untuk menjadi seorang anggota POLRI/TNI. Entah mengapa ini membuat saya semakin giat untuk berolah raga dan memperbaiki kondisi fisik dan kesehatan saya. Dengan cara berolahraga, yaitu melakukan jogging dan berenang 2 kali seminggu. Ah seandainya keinginan ini timbul saat saya masih menginjak semester satu atau tiga perguruan tinggi, mungkin saya akan ikut pelatihan di Resimen Mahasiswa UNJ. Telat rasanya mempunyai keinginan untuk menjadi seorang anggota keamanan dan penegak kedaulatan NKRI. Tapi saya masih tetap berharap untuk tetap bisa mengikuti tesnya yaitu melalu jalur sarjana. 

Banyak kan impian saya? 
Namun saya telah menetapkan bahwa saya akan mengabdi pada negara yaitu bisa dengan menjadi pengajar, pegawai negeri di bidang pertahanan dan keamanan (seperti almarhum bapak saya), konsuler, perwira TNI/POLRI, dan yang paling tinggi saya ingin melanjutkan pendidikan saya di luar negeri, terutama di Prancis dan bekerja di luar negeri, menjadi representative negara saya.

Impian bagi saya adalah suatu motivasi. Dengan impian saya menjadi seperti manusia yang hidup dan mempunyai tujuan. Indah rasanya ketika impian yang telah kita idamkan menjadi kenyataan.

Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire